BUNGO, Berandajambi – Harapan warga Lorong Budidaya untuk menikmati akses jalan yang layak akhirnya menemukan titik terang. Proses hibah tanah dari H. Ibrahim yang dikawal langsung oleh kuasa hukumnya, Dr. Alparobi, S.H., M.H., menjadi langkah krusial dalam menyelesaikan polemik yang selama ini bergulir.
Pertemuan penting yang digelar pada Selasa (17/02/2026) menghadirkan perwakilan Dinas PUPR Bungo, bagian aset Pemda, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda setempat.
Forum tersebut menjadi ruang dialog terbuka sekaligus momentum penyatuan komitmen demi kepentingan bersama.
Dalam pertemuan itu, Dr. Alparobi tampil sebagai jembatan komunikasi antara pemilik lahan dan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa keputusan hibah yang diambil H. Ibrahim merupakan wujud ketulusan untuk kemaslahatan masyarakat luas.
Menurutnya, lahan yang sebelumnya dijadikan jalan alternatif berada di posisi tengah dan memang tidak pernah dihibahkan secara resmi. Karena itu, H. Ibrahim memilih langkah yang lebih solutif dengan menghibahkan tanah di bagian pinggir agar dapat dibangun menjadi akses jalan alternatif yang sah secara administrasi.
“Beliau dengan kerendahan hati dan penuh keikhlasan menghibahkan tanah itu agar bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini murni demi kepentingan umum,” ujar Dr. Alparobi di hadapan peserta pertemuan.
Pendekatan persuasif dan kooperatif yang dikedepankan Dr. Alparobi dinilai menjadi kunci mencairnya situasi. Ia memastikan seluruh proses hibah berjalan sesuai koridor hukum, transparan, serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Sikap tersebut pun mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat yang hadir.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Bungo, Dwi Herwindo, menjelaskan bahwa Jalan Budidaya sebelumnya memang pernah diaspal oleh pemerintah daerah pada tahun 2010. Namun setelah dilakukan penelusuran, jalan tersebut belum tercatat sebagai aset resmi Pemda.
Meski demikian, pihaknya menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti pembangunan setelah proses administrasi hibah rampung. Pemerintah daerah, tegasnya, berkomitmen mempercepat realisasi pembangunan demi menjawab kebutuhan warga.
Pertemuan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemilik lahan, kuasa hukum, pemerintah, dan masyarakat.
Peran aktif Dr.Alparobi dalam mengawal proses hibah dinilai berhasil menghadirkan solusi yang damai dan konstruktif, sekaligus membuka harapan baru bagi warga Lorong Budidaya untuk segera menikmati akses jalan yang aman, nyaman, dan memadai. (AK).
Tulis Komentar