BUNGO, Berandajambi - Dengan terjadinya banjir di Kabupaten Bungo dari awal Januari 2024, HMI organisasi kemahasiswaan dan pemuda tentu mempunyai peran terhadap masyarakat yg tertimpa musibah. Beberapa selang waktu dari tgl 9-11 Januari 2024 telah melakukan aksi kemanusiaan merupakan pengalangan dana untuk korban banjir yang terjadi di kabupaten bungo.
"Alhamdulillah terkumpul donasi berupa uang tunai sebanyak Rp: 2.766.600, ini murni dari hasil pengalangan dana oleh mahasiswa yang terkumpul di suatu wadah organisasi yang kerap di panggil HMI Himpunan Mahasiswa Islam, dan di jalan raya simpang PU juga mendirikan tenda posko bantuan korban banjir selama 3 Hari," ujar Ketua HMI Cabang Bungo, Selasa (16/01/2024).
Donasi terkumpul ini lanjutnya akan di salurkan berbentuk Sembako yaitu Beras, Mei, Air Mineral, Telor, Roti, dan Nasi Kotak.
"Untuk penyaluran di 2 posko yaitu posko kecamatan pasar, dan kecamatan bathin III. Dan untuk nasi kotak di serahkan langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir," jelasnya.
Dan juga ada support sistem dari Dinas Ketapang berbentuk beras 50 kg. Dan juga dari Kapolres bungo berbentuk sembako yang mempercayai HMI untuk menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak banjir.

Banjir ini jelasnya adalah bencana alam yang terjadi di awal tahun di bulan Desember ke Januari yang biasa musim hujan dengan curah yang tinggi serta diduga oleh pelaku oknum melakukan PETI maka sungai sudah tercemari dan tidak asri lagi dengan adanya curah hujan yang tinggi maka mengakibatkan banjir.
"Kami berharap pemerintah bungo harus siaga tanggap terhadap bencana yang menimpa masyarakat kabupaten bungo, karena dengan adanya banjir tentu aktivitas masyarakat lumpuh total dan harta benda rusak dan bahkan ada yang kehilangan harta benda serta ternak mereka," harapnya.
Salah satu solusi untuk banjir di bungo katanya, harus bebas dari PETI yang marak di kabupaten bungo yg sudah mencemari sungai batang bungo dan batang tebo pemerintah harus memperhatikan itu. Dan di mana yang daerah dekat dengan sungai harus membuat penjagal seperti bendungan dan bronjong di pinggir-pinggir sungai supaya jika debit air naik juga tidak langsung masuk ke permukiman warga karna ada penjagalnya.
Pemerintah kabupaten bungo serta forkopimda juga harus serius memperhatikan itu supaya masyarakat merasa tertolong dan mendapat bantuan.
"Untuk penyaluran bantuan banjir ini harus tepat sasaran banyak kami temukan warga mengeluh yang tidak dapat bantuan dan tidak sampai ke warga yang sangat membutuhkan, jadi kepada pak camat dan pak lurah harus samaratakan bagi warga yg terdampak biar tidak terjadi kesenjangan antara masyarakat." pungkasnya. (AK).
Tulis Komentar