BUNGO, Beranda Jambi – Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo berikan penghargaan kepada pasukan pengungkapan ditemukan ladang ganja di Dusun Rantau Tipu Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Senin (01/02).
Penghargaan tersebut di serahkan langsung oleh wakil Bupati Bungo Syafrudin Dwi Aprianto di lapangan upacara Mapolres Bungo.
Ada pun penghargaan tersebut diberikan kepada Kasatres Narkoba Polres Bungo Septa Badoyo beserta 20 personil Satres Narkoba Polres Bungo, serta 3 personil Polsek Limbur Lubuk Mengkuang.
Wabup Bungo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas suksesnya mengungkap penggelapan dan pengedaran narkotika jenis ganja.
“Kami pemerintah kabupaten Bungo menyampaikan terima kasih dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Bungo beserta pasukan yang telah berhasil mengungkapkan penggelapan dan penyalahgunaan narkoba dengan di temukannya kebun ganja sebanyak 3 hektar di Dusun Rantau Tipu, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang,” jelasnya.
Ini juga merupakan wujud dan juga merupakan komitmen dari Kepolisian Resor Bungo dalam hal pemberantasan narkoba.
Ke depannya kita akan meningkatkan sinergi, kolaborasi atas semua elemen sehingga kita bisa mengurangi sampai menghilangkan narkoba ini di Kabupaten Bungo.
“Mari kita jaga putra dan putri kita agar terhindar dari penggunaan narkoba ini,” ujar Wabup Bungo.
Di kesempatan yang sama Kapolres Bungo M. Lutfi juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bungo atas pemberian penghargaan kepada personil Polres Bungo.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Bungo atas pemberian penghargaan kepada personil kami dan bapak wakil bupati selaku kepala BNNK kabupaten Bungo dan kami sangat berterima kasih dan cukup bangga tentunya hal ini akan menjadikan kami untuk tetap melaksanakan tugas secara maksimal dalam rangka pemberantasan narkoba,” katanya.
Kapolres Bungo juga mengatakan pengungkapan ladang ganja ini adalah pengungkapan yang terbesar di Provinsi Jambi.
Ini salah satu prestasi, namun satu sisi sangat menghawatirkan karena dahulu ladang ganja itu kebanyakan masyarakat tahunya hanya di Aceh, namun sekarang sudah masuk di wilayah Jambi.
Ia juga mengatakan bahwa ini suatu warning bagi masyarakat bahwa bahaya narkoba sudah dekat dengan kita.
“Mari kita bersama-sama untuk saling mengingatkan dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba.” Pungkas Kapolres Bungo. (cr1).
Tulis Komentar