Selama Kegiatan PETI, Narasumber Sebut Satu Alat Stor 60 Juta kepada Oknum

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ilustrasi

BUNGO, Beranda Jambi – Aktiftas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Bungo tepatnya di Kecamatan Pelepat sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan ini. Kamis (04/02).

Narasumber yang enggan di sebut namanya menuturkan kepada media berandajambi.co.id, bahwa selama ini kegiatan Ilegal Mining tersebut di back up oleh beberapa Oknum.

“Lah lamo orang nambang emas pakai alat berat di hulu sungai kami ini, kalo dak di back up urang gedang, tentu dak kan berani, “ ucap narasumber.

Dari pemaparan narasumber tersebut, menyebutkan kegiatan Ilegal Mining selalu mendapat pengamanan super ketat dengan adanya biaya admistrasi puluhan juta yang harus mereka kucurkan.

“Selamo ini aman aman bae, biasonyo satu alat harus menyiapkan sen 60 juta setiap bulannyo, di stor kepado salah satu Oknum,” terangnya.

Ketika media ini menanyakan kemana saja arah dana tersebut, narasumber enggan menguraikan lebih rinci, dengan alasan, bahwa dana tersebut sudah terperinci pengunaannya.

“Itu urusan Oknum tu lah, kami taunyo bisa begawe, pokoknyo aman, makonyo sampai 47 alat kemarin tu,” terangnya lagi.

Terkait dimana saja alat tersebut di sembunyikan saat razia, dengan lugas Narasumber menyebutkan alat-alat berat tersebut di sembunyikan dari lokasi penambangan, dan hanya bisa dilalui oleh alat berat itu sendiri.

“Lokasinyo sangat jauh, hanyo pakai alat berat bisonyo ke sano, bawak minyak bae di jemput alat berat tu lah, jangankan pakai mobil jalan kaki bae payah menempuh medannyo yang sangat curam dan terjal,” pungkasnya. (tim).

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)