Geram dengan PETI di Limbur, Abdul Hamid Mintak Polres Bungo Berani Tangkap Pelaku

$rows[judul]

BUNGO, Berandajambi - Abdul Hamid, putra asli Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, akhirnya angkat bicara terkait maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kampung halamannya. Mantan Ketua Bawaslu Bungo itu mengaku selama ini memilih diam, namun kerusakan lingkungan yang semakin parah membuatnya tak lagi bisa menahan diri.

Hamid menyebut, kampung kelahirannya kini porak-poranda akibat aktivitas PETI, khususnya tambang emas ilegal jenis lubang tikus yang terus beroperasi secara terang-terangan.

Melalui beranda akun Facebook pribadinya, Abdul Hamid secara terbuka menyorot kinerja institusi Polri, khususnya Polres Bungo. Ia mempertanyakan keberanian aparat penegak hukum dalam menindak pelaku PETI di wilayah Limbur Lubuk Mengkuang.

“Apakah Kapolres Bungo berani menangkap pelaku lubang tikus (tambang emas ilegal) di areal Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang? Kita tunggu saja keberaniannya,” tulis Hamid di akun media sosialnya.

Tak hanya itu, Hamid juga secara langsung menandai Presiden RI Prabowo Subianto serta Bupati Bungo dalam unggahan tersebut sebagai bentuk laporan terbuka atas kondisi yang terjadi di daerahnya.

Dikutip dari Bungonews.net, Hamid menegaskan bahwa pernyataannya bukan tanpa alasan. Ia mengaku prihatin melihat dampak PETI yang merusak lingkungan, mencemari sungai, dan mengancam masa depan masyarakat setempat.

“Sebagai putra Limbur, saya menantang keberanian Kapolres Bungo untuk benar-benar menangkap pelaku tambang lubang tikus di Limbur. Jangan tebang pilih. Hukum harus ditegakkan,” tegas Hamid, Sabtu (10/1/2026).

Pernyataan terbuka mantan Ketua Bawaslu ini pun menyita perhatian publik dan memantik kembali pertanyaan besar: sejauh mana komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas PETI yang selama ini terkesan kebal hukum di Kabupaten Bungo. (Bj).

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)